TP PKK DESA KEDUNGJARAN

Tim Penggerak PKK Desa Kedungjaran Kecamatan Sragi Kab. Pekalongan.

Senin, 16 Oktober 2017

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Se Dunia

01.56
         15 Oktober diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Se Dunia, sesuai dengan surat dari Tim Penggerak PKK Kecamatan Sragi bahwa pelaksanaan dilakukan pada tanggal 16 Oktober 2017 karena tanggal 15 Oktober jatuh pada hari minggu. Pokja IV PKK Kedungjaran melakukan kegiatan tersebut di PAUD serta TK Bustanul Athfal Kedungjaran.

Anak-anak TK mengikuti kegiatan CTPS

Anak-anak PAUD mengikuti kegiatan CTPS
           Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan yang dilakukan hari ini tanggal 16 Oktober 2017. Kegiatan ini di dukung oleh anggota POKJA IV Desa Kedungjaran dan bidan desa bu Indah. Diharapakan kegiatan ini berlangsung secara continue sehingga pola hidup bersih dan sehat dapat dicapai dan meminimalisir penyakit yang bisa menyerang, serta anak-anak bisa memahami pentingnya cuci tangan dimulai sejak dini sehingga menjadi kebiasaan yang dilakukan terus menerus




Minggu, 26 Februari 2017

Rapat Konsolidasi PKK Kedungjaran

02.53
Minggu Sore 26 Februari 2017 Tim Penggerak PKK Desa Kedungjaran melakukan rapat koordinasi konsolidasi dengan kepala desa kedungjaran bapak saridjo. Acara yang mendadak namun bisa dihadiri oleh seluruh perwakilan dari Pokja I hingga IV tanpa ada yang tercecer satupun.
Dalam pengarahannya Bapak Saridjo menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya atas ketekunan TP PKK Desa Kedungjaran karena tanpa pendampingan terus menerus dari ketua yang harus menjalankan usaha di jakarta, namun kegiatan tetap dapat berjalan dan prestasi bisa dibanggakan.

Rakor sore itu adalah persiapan evaluasi Pkk yang akan dilaksanakan di desa kedungjaran untuk tahun 2017. Maka sebelum evaluasi dilaksanakan kepala desa memandang perlu untuk mendata apa saja kekurangan baik administrasi dan perlengkapan sekretariat. Satu persatu Pokja didata oleh kepala desa guna mengechek sejauh mana persiapan Tp Pkk Desa Kedungjaran menghadapi Evaluasi PKK di Desa Kedungjaran Tahun 2017.

Sekilas ada kesemangatan yang meninggi melihat dari persiapan yang sudah ada, dimana tinggal melengkapi data-data yang memang ada kekurangan. Terakhir disampaikan Bapak Kepala Desa agar semua pengurus tetap semangat walau desa tak bisa memberi balasan yang pantas namun harapannya agar sumbangsih tenaga pikiran dari para pengurus dan kader mendapat catatan baik tidak hanya di hati masyarakat namun di mata Allah SWT.

Sabtu, 25 Februari 2017

BUKU UMUM PKK

00.29

Jumat, 24 Februari 2017

Buku Administrasi TP PKK

20.41
Digunakan untuk mencatat keadaan dan kegiatan PKK dari tingkat Desa/ Kelurahan sampai dengan tingkat Pusat yaitu:
  1. Buku Daftar Anggota TP PKK dan Kader PKK
  2. Buku Agenda Surat Masuk/ Keluar
  3. Buku Keuangan
  4. Buku Notulen
  5. Buku Inventaris
  6. Buku Kegiatan

1). Buku Daftar Anggota TP PKK dan Kader PKK
Digunakan untuk mencatat daftar nama Anggota TP PKK dan Kader PKK di tingkat desa/kelurahan.

2). Buku Agenda Surat Masuk/ Keluar
Untuk mencatat surat-surat yang masuk (diterima) dan surat-surat yang keluar (dikirim)
3). Buku Keuangan
Untuk mencatat jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran anggaran untuk kegiatan TP PKK.

4). Buku Notulen
Untuk mencatat jalannya rapat/pertemuan serta hasil-hasilnya pada setiap rapat/ pertemuan yang diselenggarakan/diikuti oleh TP PKK. Setiap notulen harus ditandatangani oleh pembuat notulen dan disahkan dengan ditandatangani oleh pimpinan rapat meliputi :
1) Tanggal rapat/pertemuan.
2) Waktu/Jam mulainya rapat/pertemuan.
3) Tempat rapat/pertemuan.
4) Jenis rapat/pertemuan misalnya rapat pleno
5) Isi Notulen rapat/pertemuan mencakup :
- Pimpinan rapat
- Jumlah yang diundang
- Jumlah yang hadir
- Jumlah yang tidak hadir
- Susunan acara
- Uraian jalannya rapat/pertemuan
- Kesimpulan rapat
- Penutup

5). Buku Inventaris
Untuk mencatat daftar barang yang dimiliki oleh Kantor TP PKK, di setiap jenjang

6). Buku Kegiatan
Untuk mencatat setiap kegiatan yang diadakan/ diikuti oleh TP PKK.
Setiap selesai melaksanakan kegiatan, yang mendapatkan tugas menandatangani buku kegiatan ini. Apabila yang bertugas terdiri dari beberapa orang, yang tanda tangan cukup seorang saja yang menjadi Ketua dari kelompok yang sedang melaksanakan kegiatan dengan mencantumkan juga seluruh nama-nama pelaksana lainnya.

Apabila diperlukan dapat menambah buku lain misalnya : Buku Tamu.

Catatan :
Setiap akhir tahun buku-buku tersebut ditutup/diberi garis batas dan direkap/ diadakan penjumlahan (bagi yang dapat dijumlah) dan disimpulkan sehingga setiap tahun tidak perlu mengganti buku. Hasil rekapitulasi dan kesimpulannya dijadikan bahan penyusunan laporan berkala mengenai kegiatan yang sudah dilaksanakan.

 

BUKU CATATAN

Buku Catatan yang ada di Kelompok PKK Dusun/Lingkungan, RW, RT dan Kelompok Dasawisma meliputi :

1) Buku /Catatan Kelompok PKK Dusun/ Lingkungan:
  1. Rekapitulasi data warga dari kelompok Rukun Warga (RW)
  2. Rekapitulasi data Keluarga dari kelompok RW
  3. Rekapitulasi ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran bayi, bayi meninggal dan kematian balita dari kelompok RW.

2) Buku/Catatan Kelompok PKK Rukun Warga:
  1. Rekapitulasi data warga dari kelompok Rukun Tetangga (RT)
  2. Rekapitulasi data Keluarga dari kelompok RT
  3. Rekapitulasi ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran bayi, bayi meninggal dan kematian balita dari kelompok RT.

3) Catatan Kelompok PKK Rukun Tetangga
  1. Rekapitulasi data warga dari kelompok Dasawisma.
  2. Rekapitulasi data Keluarga dari kelompok Dasawisma
  3. Rekapitulasi ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran bayi, bayi meninggal dan kematian balita dari kelompok Dasawisma.

4) Catatan Kelompok Dasawisma
  1. Data Warga TP – PKK (Data Primer)
  2. Data keluarga
  3. Data Rekapitulasi ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran bayi, bayi meninggal dan kematian balita

Penjelasan Buku/Catatan:
  1. Data Warga TP-PKK :  Data yang diambil dari warga binaan PKK yang diisi oleh masing-masing anggota keluarga
  2. Data Keluarga :  Data yang diambil dari keluarga berdasarkan rumah yang di data.
  3. Catatan Data dan Kegiatan Warga : Untuk mengetahui jumlah, keadaan dan kegiatan-kegiatan yang diikuti dari anggota keluarga. 
  4.  Catatan Ibu Hamil, Melahirkan, Nifas, Ibu Meninggal, Kelahiran Bayi, Bayi Meninggal Dan Kematian Balita.
Rekapitulasi Catatan data dan Kegiatan Warga, secara berjenjang dilakukan pada kelompok Dasawisma, Kelompok PKK RT, Kelompok PKK RW, Kelompok PKK Dusun/lingkungan, TP-PKK Desa/Kelurahan dan seterusnya.

DATA KEGIATAN

Setiap jenjang TP PKK dari Pusat sampai dengan Desa/ Kelurahan, memiliki data kegiatan, baik yang berupa papan data maupun lembar data kegiatan.
Data kegiatan tersebut meliputi:
  1. Data Umum TP PKK
  2. Data Kegiatan Pokja I
  3. Data Kegiatan Pokja II
  4. Data Kegiatan Pokja III
  5. Data Kegiatan Pokja IV
  6. Data Posyandu :
  • Papan/ Lembar Data Jumlah Pengunjung/ Petugas Posyandu Berada di lokasi dimana Posyandu berada, serta di Desa/ Kelurahan.
  • Di Desa/ Kelurahan merupakan rekapitulasi/ penjumlahan dari Posyandu-posyandu yang ada di Desa/ Kelurahan tersebut. Kegunaannya untuk mencatat ibu-ibu/bayi dan anak balita yang datang memerlukan pelayanan Posyandu.
  • Papan/ Lembar Data Kegiatan Posyandu Merupakan catatan tentang keadaan dan hasil-hasil kegiatan yang dilaksanakan, untuk mengetahui pencapaian hasil kegiatan yang dilaksanakan.

Pengolahan Sampah

19.09
Bertempat di Aula Balaidesa Kedungjaran, Rabu 4 Oktober 2016 berlangsung workshop Lingkungan Hidup. Workshop yang digagas oleh Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan mengikutsertakan Bank Sampah Desa Jeruksari Tirto serta Pemerhati Lingkungan Hidup Bapak Ibnu Yusuf tamami, S.Ip.

Acara yang diikuti oleh Tokoh Masyarakat, TP PKK dan Karangtaruna desa kedungjaran berlangsung semarak dan antusias. Kebetulan Pemerintah desa kedungjaran dalam kesempatan yang sama juga sedang mengawali Program Bank Sampah yang dipadukan dengan Gerakan Giat Menabung melalui BUMDes yang bekerja sama dengan Bank BNI.

Dalam sambutan pembuka Bapak Saridjo menyampaikan harus adanya kesadaran dari awal dalam menghadapi persoalan sampah. Karena desa Kedungjaran walau saat ini belum dihadapkan pada permasalahan sampah, namun 3 - 5 tahun kedepan pasti akan terkena persoalan ini karena desa kedungjaran terletak di jalur alternatif lintas pekalongan dgn pertumbuhan industri rumah tangga yang cenderung semakin meningkat.

Workshop pada hari itu selain memberi edukasi pengolahan sampah yang bijak juga memberi pelatihan singkat pengolahan sampah menjadi barang yang bermanfaat baik untuk pemanfaatan pribadi, rumah tangga juga untuk manfaat ekonomi yaitu menambah pendapatan rumahtangga. Pengurus Bank Sampah JETARI dari desa Jeruksari Tirto menunjukkan cara memanfaatkan limbah dari gelas plastik minuman kemasan menjadi tas dan tempat sayur maupun buah-buahan meja.

Peserta workshop yang sebagian besar ibu-ibu ternyata antusias sekali, terlebih bila melihat nilai jual tas hasil kerajinan yang ternyata sangat tinggi. 

Pada kesempatan terakhir, juga disampaikan penyuluhan singkat mengenai cara membuat Kompos dari limbah rumah tangga dan pekarangan serta limbah pasca panen. Bila selama ini limbah tersebut langsung dibuang maka sejak sosialisasi ini diharap agar sampah melalui proses pemilahan, setelah dipilah yang organik diproses menjadi kompos dan non organik berupa plastik bisa didaur ulang maupun dimanfaatkan untuk pembuatan barang yang bermanfaat.

Pengurus TP PKK

08.49

Pokja IV

08.48
Pokja IV mengelola Program Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat 

A. Tugas: 
1). Meningkatkan pencapaian tujuan pembangunan millennium antara lain: 

  1. Menghapus tingkat kemiskinan dan kelaparan (indikator antara lain: menurunkan prefalensi anak balita yang kurang gizi) 
  2. Menurunkan angka kematian anak 
  3. Meningkatkan kesehatan Ibu Hamil 
  4. Memerangi penyebaran HIV/AIDS, Malaria dan penyakit menular lainnya 
  5. Menjamin kelestarian lingkungan hidup 
2). Meningkatkan budaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) 
3). Mengembangkan dan membina pelaksanaan kegiatan POSYANDU 
4). Memonitor pelaksanaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) 
5). Melaksanakan pencatatan Ibu hamil, melahirkan, nifas, ibu meninggal, kelahiran dan kematian             bayi dan balita 
6). Tanam dan pelihara pohon dalam rangka mewujudkan kelestarian lingkungan. 
7). Mewujudkan keluarga kecil, bahagia, sejahtera dengan melaksanakan program KB agar tercapai        generasi yang sehat, cerdas dan tangguh. 
8). Meningkatkan pengetahuan tentang budaya hidup hemat, membudayakan kebiasaan menabung          dan melaksanakan tatalaksana keuangan keluarga dalam rangka mendukung perencanaan sehat. 

B. Prioritas Program: 
1. Kesehatan 
a). Memantapkan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dalam upaya menurunkan prefalensi anak balita        kurang gizi. 

  1. Gizi seimbang kepada ibu hamil (BUMIL), ibu menyusui (BUSUI), balita. 
  2. Kualitas gizi pada BUMIL yang Kekurangan Energi Kronis (KEK) dengan mengukur Lingkar Lengan Atas (LILA) 
  3. Penanggulangan gangguan Akibat Kekurangan Garam Yodium (GAKY) 
  4. Suplementasi zat gizi 
  5. Pemberian ASI eksklusif selama 6 (enam) bulan 
  6. Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) 
  7. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi Balita, Lansia di Posyandu.
b). Penyediaan Makanan Tambahan bagi Anak Sekolah (PMT-AS); 
     Upaya penambahan kalori (Protein, Karbohidrat, Lemak, Vitamin, Mineral, Air) di sekolah. 
c). Menjadikan PHBS sebagai kebiasaan hidup sehari-hari 

  1. Membudayakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), kebersihan pribadi. 
  2. Menggunting dan memelihara kebersihan kuku. 
  3. Lomba pelaksana terbaik PHBS setahun sekali 
d). Usaha Kesehatan Sekolah
e). Membudayakan Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) dan rutin untuk menurunkan angka                    kematian anak dan ibu.
f). Meningkatkan kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) tentang manfaat pemakaian alat kontrasepsi.
g). Meningkatkan penyuluhan pencegahan penyakit menular dan tidak menular.
h). Meningkatkan tanam dan pelihara pohon dalam upaya kelestarian lingkungan hidup, mengurangi        dampak global warming (pemanasan global).
i). Mendorong swadaya masyarakat dalam upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka              Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Balita (AKBAL) melalui antara lain : 

  1. Gerakan Sayang Ibu (GSI) dengan Program Perencanaan Persalian, Pencegahan dan Komplikasi (P4K). 
  2. Mensosialisasikan kesadaran donor darah di Desa dan Kelurahan. 
  3. Lima Imunisasi Dasar Lengkap dan Imunisasi Rutin 
  4. Pencatatan kelahiran dan kematian di kelompok-kelompok Dasawisma. 
  5. Ambulans Desa. 
j). Pemahaman tertib administrasi dalam rangka meningkatkan dan mewujudkan tertib administrasi          kependudukan di keluarga.

k). Optimalisasi Posyandu.
Posyandu adalah pusat pelayanan terpadu dari, oleh dan untuk masyarakat dengan lima kegiatan utama: Kesehatan Ibu dan Anak, Pencegahan Diare, Penanggulangan dan Pencegahan Kekurangan Gizi, Imunisasi dan Keluarga Berencana.

     
Kegiatan ini berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang dalam pelaksanaannya menjadi 4 strata: Pratama, Madya, Purnama, MANDIRI. Strata MANDIRI adalah kegiatan- kegiatan terpadu yang meliputi kesehatan, ekonomi,pendidikan, agama dan lain-lainnya. Pelatihan, penyegaran, dan pembinaan kader Posyandu secara berkesinambungan.
  1. Penyempurnaan dan sosialisasi modul pelatihan kader Posyandu yang diintegrasikan dengan PAUD dan BKB bekerjasama dengan Pokja II. 
  2. Penyempurnaan dan sosialisasi Buku Pelatihan Kader Posyandu 
  3. Sosialisasi Buku Pegangan Kader Gizi. 
  4. Integrasi Sistim Informasi Posyandu (SIP) dengan Sistem Informasi Manajemen PKK (SIM PKK) dan sosialisasinya. 
  5. Mengadakan Jambore Nasional Kader Posyandu setiap tahun sekali sebagai penghargaan kepada kader dan upaya peningkatan kinerja kader.
  6. Lomba Pelaksana Terbaik Posyandu sebagai upaya untuk meningkatkan mutu dan jumlah Posyandu agar berkembang menjadi Posyandu Mandiri atau Posyandu Plus. 
  7. Temu konsultasi pengelola Posyandu tingkat daerah/ nasional. 
  8. Optimalisasi kegiatan PAUD terintegrasi dengan Posyandu dan BKB bekerjasama dengan Pokja II. 
  9. Mengembangkan Posyandu Lansia. 

l ). Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam :
  1. Mengenal tanda-tanda kegemukan (obesitas) dan kekurangan gizi. 
  2. Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan, melahirkan dan nifas. 
  3. Mengenal tanda-tanda bahaya NARKOBA dan upaya pencegahannya. 
  4. Mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan secara dini. 
  5. Mengenal bahaya penyakit dan dampak kurang bersihnya lingkungan. 
  6. Orientasi peningkatan kepemimpinan PKK dalam upaya mewujudkan Indonesia Sehat. 
  7. Pemanfaatan hasil tanaman TOGA 
  8. Peningkatan penyuluhan pencegahan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, penyakit DBD, Malaria, Osteoporosis, Gondok, Endemis, Anemia ibu Hamil, Penyakit Degeneratif seperti Jantung dan Diabetes, Kanker, Stroke, TB, Penyakit Infeksi dan lain-lain. 

2. Kelestarian Lingkungan Hidup 
a. Lingkungan Bersih dan Sehat
  1. Menanamkan kesadaran tentang kebersihan pengelolaan kamar mandi dan jamban keluarga, Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL).
  2. Menanamkan kebiasaan memilah sampah organik dan non organik serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di tempat yang benar.
  3. Mendaur ulang limbah 
  4. Mengadakan lomba/ Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat. 
  5. Peningkatan pengetahuan tentang pengadaan, pemakaian dan penghematan air bersih dan sehat dalam keluarga. 
b. Kelestarian Lingkungan Hidup
  1. Pengembangan kualitas lingkungan dan pemukiman, kebersihan dan kesehatan, pada pemukiman yang padat, dalam rangka terwujudnya kota bersih dan sehat (Health Cities).
  2. Pencegahan banjir dengan tidak menebang pohon sembarangan. 
  3. Program sejuta pohon sebagai paru-paru kota dan pencegahan polusi udara. 
  4. Pemanfaatan jamban dan air bersih dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat.
  5. Memasyarakatkan biopori (lubang resapan) untuk mencegah genangan dan resapan air 

3. Perencanaan Sehat
    Meningkatkan kegiatan dalam program perencanaan sehat antara lain:

  1. Meningkatkan penyuluhan tentang pentingnya pemahaman dan kesertaan dalam program keluarga berencana menuju keluarga berkualitas. 
  2. Meningkatkan kemampuan perencanaan kehidupan keluarga sehari-hari dengan berorientasi pada masa depan dengan cara membiasakan menabung. 
  3. Kegiatan Kesatuan Gerak PKK KB-KES dalam upaya meningkatkan cakupan hasil pelayanan KB-KES. 
  4. Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dalam upaya peningkatan ketahanan keluarga untuk mewujudkan keluarga berkualitas.
  5. Meningkatkan penyuluhan kesehatan reproduksi bagi remaja dan calon pengantin. 
  6. Mengatur keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran keuangan keluarga.